3.4 C
New York
Kamis, Februari 19, 2026

Buy now

spot_img

Para Perasuk” Wakili Indonesia di Kompetisi Utama Sundance 2026

SUMBER SUARA, Jakarta, 11 Desember 2025 — Film Para Perasuk, karya terbaru penulis dan sutradara Wregas Bhanuteja, resmi diumumkan akan menjalani penayangan perdana dunia pada perhelatan Sundance International Film Festival 2026. Tidak hanya itu, film ini juga terpilih dalam program kompetisi bergengsi World Cinema Dramatic Competition, menjadikannya satu dari sepuluh film internasional yang diseleksi dari ribuan pengajuan tahun ini.

Diproduksi Rekata Studio, Para Perasuk dibintangi deretan aktor papan atas Indonesia seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan. Film ini juga menghadirkan penyanyi internasional Anggun, yang untuk pertama kalinya tampil dalam film panjang produksi Indonesia—memberikan sentuhan baru pada jajaran pemerannya.

Setelah menyabet berbagai penghargaan melalui Penyalin Cahaya (2021) dan Budi Pekerti (2023), Wregas kembali melahirkan karya ketiganya yang memadukan unsur drama supranatural, fantasi, dan psikologis. Naskah film ditulis Wregas bersama Alicia Angelina dan Defi Mahendra, serta diproduseri oleh Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi. Proyek ini juga menjadi kerja sama produksi antara Indonesia, Singapura, Prancis, dan Taiwan.

Para Perasuk mengisahkan Bayu, pemuda desa Latas yang bercita-cita menjadi perasuk andal dalam tradisi pesta kerasukan warisan leluhur. Saat mata air suci—sumber para roh—terancam keberadaannya, Bayu berupaya memimpin pesta kerasukan terbesar demi menyelamatkan desa. Namun ambisinya membawa ia pada pemahaman baru bahwa menjadi perasuk sejati memerlukan lebih dari sekadar keberanian dan tekad.

Wregas menjelaskan bahwa film ini lahir dari eksplorasinya terhadap tradisi pesta kerasukan di sejumlah wilayah Indonesia. Ia menegaskan bahwa kerasukan kerap dipandang menakutkan, padahal memiliki sisi kemanusiaan yang kuat. “Film ini saya buat dengan maksud untuk membalikkan perspektif… kerasukan adalah cara untuk meraih kebahagiaan bagi masyarakat setempat, sarana melepas beban dari keseharian,” ujarnya.

Angga Yunanda, yang kembali bekerja sama dengan Wregas setelah Budi Pekerti, dipilih karena disiplin dan perkembangan kualitas aktingnya. Ia menyebut peran Bayu memberikan tantangan baru dalam proses kreatifnya. “Di film ini, saya dituntut untuk menampilkan sisi yang sebelumnya belum pernah saya eksplorasi,” tuturnya.

Sundance International Film Festival—festival film independen terbesar di dunia—akan berlangsung pada 22 Januari hingga 1 Februari 2026 di Amerika Serikat. Tahun ini, Sundance menerima 16.201 pengajuan film dari 164 negara, termasuk lebih dari dua ribu film panjang internasional. Sebelum melangkah ke Sundance, Para Perasuk lebih dulu meraih CJ ENM Award di Asian Project Market, bagian dari Busan International Film Festival 2024.

Dalam kompetisi World Cinema Dramatic, Para Perasuk akan bersaing dengan sembilan film internasional lain. Bagi Wregas, ini menjadi capaian lanjutan setelah kehadirannya di Sundance 2020 lewat film pendek Tak Ada yang Gila di Kota Ini. Informasi resmi mengenai film dapat diikuti melalui akun @filmparaperasuk dan @rekatastudio.

Para Perasuk dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia setelah pemutaran perdananya di Sundance.

(Kusni)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles