SUMBER SUARA, Jakarta | 15 Desember 2025 —Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) resmi merilis official trailer dan poster yang menyentuh emosi. Film ini merupakan produksi BASE Entertainment, Beacon Films, dan Refinery Media, serta mendapat dukungan dari Singapore Film Commission (SFC) dan Infocomm Media Development Authority (IMDA). Sebelumnya, film ini sukses menggelar penayangan perdana di Indonesia dalam ajang Jakarta Asian Film Festival (JAFF) 2025.
Official trailer Esok Tanpa Ibu (Mothernet) menampilkan dinamika hubungan keluarga kecil melalui sosok remaja bernama Cimot atau Rama (Ali Fikry). Trailer memperlihatkan kedekatan emosional Cimot dengan sang Ibu (Dian Sastrowardoyo), tempat ia mencurahkan seluruh kegelisahan dan keceriaan masa remajanya. Sebaliknya, hubungan Cimot dengan sang Ayah (Ringgo Agus Rahman) digambarkan penuh jarak dan canggung, dengan banyak hal yang tak terucap.

Kehidupan keluarga tersebut berubah drastis ketika tragedi terjadi. Sang Ibu mengalami koma, membuat Cimot kehilangan sosok yang selama ini memberinya rasa aman dan pengertian. Di sisi lain, hubungan Cimot dengan Ayahnya justru semakin renggang dan memunculkan konflik relasi orang tua dan anak.
Nuansa emosional trailer semakin kuat dengan iringan lagu “Jernih” dari Kunto Aji serta “Raih Tanahmu” karya Hara & Nosstress. Momen dramatis memuncak saat sosok Ibu yang tengah koma kembali “hadir” dalam kehidupan Cimot dan Ayahnya melalui teknologi kecerdasan buatan (AI). Namun, kehadiran dalam wujud baru tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar: mampukah teknologi menggantikan kasih seorang Ibu?
Sementara itu, official poster Esok Tanpa Ibu (Mothernet) menampilkan Dian Sastrowardoyo, Ali Fikry, dan Ringgo Agus Rahman berbaring di sebuah taman bunga putih. Bingkai menyerupai layar gawai menjadi simbol kuat film ini—menggambarkan pertemuan antara kasih sayang manusiawi dengan imitasi teknologi yang mencoba menggantikannya.
Film ini disutradarai oleh sutradara asal Malaysia Ho Wi Ding, berdasarkan naskah yang ditulis oleh Gina S. Noer, Diva Apresya, dan Melarissa Sjarief. Esok Tanpa Ibu (Mothernet) diproduseri oleh Shanty Harmayn dan Dian Sastrowardoyo, serta menjadi salah satu proyek kolaborasi internasional yang dinantikan.
Selain Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, dan Ringgo Agus Rahman, film ini juga dibintangi oleh Aisha Nurra Datau dan Bima Sena.
Produser Shanty Harmayn mengungkapkan bahwa film ini berangkat dari ide yang sangat personal.
“Film ini dimulai dari ide Gina dan Diva yang sangat dekat dengan pengalaman pribadi mereka. Sejak awal pandemi, kami berdiskusi panjang tentang isu keluarga dan bagaimana teknologi memengaruhi hubungan manusia. Prosesnya cukup panjang dan terus berkembang hingga akhirnya menjadi karya yang dapat dinikmati penonton Indonesia,” ujarnya.
Dian Sastrowardoyo, yang juga berperan sebagai Ibu, mengaku merasa terhormat memerankan karakter tersebut.
“Peran ini mewakili banyak sosok ibu dalam kehidupan kita. Ibu selalu memberikan rasa aman dan dimengerti, dan tidak dapat digantikan oleh siapa pun, bahkan oleh AI sekalipun,” tuturnya.
Ali Fikry menjelaskan karakter Cimot sebagai remaja yang berjuang menghadapi kehilangan.
“Cimot tidak tahu bagaimana menghadapi kesedihannya, lalu menggunakan teknologi AI bernama I-Bu—ciptaan temannya—sebagai coping mechanism karena rindu pada Ibunya,” jelas Ali.
Sementara itu, Ringgo Agus Rahman merefleksikan kisah kehilangan dari sudut pandang seorang suami dan ayah.
“Dalam film ini ada dua orang yang sama-sama kehilangan: anak yang kehilangan Ibunya dan suami yang kehilangan istrinya. Film ini ingin menunjukkan bagaimana ayah dan anak remaja belajar memperbaiki komunikasi mereka di tengah duka,” ungkap Ringgo.
Melalui film ini, para produser mengajak masyarakat untuk menonton bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Film “Esok Tanpa Ibu (Mothernet)” dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Januari 2026.(kusni)


