SUMBER SUARA, Serang – Polda Banten kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Peringatan ini disampaikan setelah BMKG merilis pembaruan cuaca pada Rabu (10/12), pukul 06.00 WIB, dan PVMBG mengeluarkan laporan aktivitas vulkanik terbaru.
Plt. Kabidhumas Polda Banten, AKBP Meryadi, mengatakan bahwa kondisi cuaca di wilayah Banten berpotensi berubah cepat sehingga masyarakat perlu secara rutin memantau informasi dari lembaga resmi.
“BMKG memperkirakan cuaca pagi ini didominasi cerah berawan hingga berawan. Namun hujan ringan berpotensi terjadi di beberapa wilayah seperti Anyer, Tanara, hingga Pulomerak,” ujar Meryadi.
Memasuki siang hari, cuaca diprediksi berawan dengan potensi hujan sedang di wilayah Cibeber dan Lebakgedong, serta hujan ringan di sejumlah kecamatan, mulai dari Panggarangan, Muncang, Bojongmanik, hingga Ciruas, Serang, Kramatwatu, Waringinkurung, Curug, Tangerang, Serpong, hingga Ciputat. Pada malam hari, sebagian wilayah kembali berpotensi diguyur hujan ringan.
BMKG juga mencatat suhu udara berada pada kisaran 23–34°C dengan kelembapan 60–95 persen. Angin bertiup dari tenggara hingga barat dengan kecepatan 5–35 km/jam.
Peringatan Gelombang Sedang & Aktivitas Anak Krakatau
Selain cuaca, Polda Banten menyoroti peringatan dini BMKG terkait potensi gelombang sedang setinggi 1,25–2,5 meter di Perairan Selatan Pandeglang, Selat Sunda Barat Pandeglang, serta Perairan Selatan Lebak.
Terkait aktivitas vulkanik Anak Krakatau, AKBP Meryadi menyampaikan laporan PVMBG periode 9 Desember 2025 yang menyebutkan bahwa gunung tersebut masih berada pada Level II (Waspada).
“PVMBG melaporkan aktivitas kawah berupa asap putih intensitas tipis setinggi 5 meter, serta terekam kegempaan vulkanik dalam satu kali dan tremor menerus dengan amplitudo 1–8 mm,” jelasnya.
PVMBG juga merekomendasikan agar masyarakat, wisatawan, dan nelayan tidak mendekati radius 2 km dari kawah aktif.
Imbauan Kesiapsiagaan Menghadapi Cuaca Ekstrem
Polda Banten menegaskan beberapa langkah antisipasi:
1. Persiapan
- Pantau informasi cuaca dari BMKG.
- Siapkan tas darurat berisi obat-obatan, senter, dokumen penting, dan kebutuhan pokok.
- Periksa kondisi rumah, khususnya atap, saluran air, dan instalasi listrik.
2. Saat Cuaca Ekstrem
- Tetap di dalam rumah kecuali untuk keperluan mendesak.
- Jauhi area jendela atau pintu yang rawan tertiup angin kencang.
- Matikan listrik dan gas jika terjadi banjir atau kondisi yang membahayakan.
- Hindari berteduh di bawah pohon atau tiang tinggi saat terjadi petir.
- Pengendara motor disarankan menunda perjalanan saat hujan lebat.
3. Setelah Cuaca Ekstrem
- Periksa kondisi rumah dan lingkungan.
- Bantu warga sekitar yang membutuhkan pertolongan.
- Ikuti arahan petugas serta informasi resmi dari pemerintah.
Penguatan Personel dan Posko Siaga
Sebagai langkah antisipasi, Polda Banten telah menyiagakan personel di dua Posko Siaga Bencana yang dilengkapi peralatan SAR untuk mempercepat respons keadaan darurat.
AKBP Meryadi menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
“Cuaca dapat berubah kapan saja. Kami mengimbau masyarakat menunda aktivitas luar ruang yang tidak mendesak saat cuaca buruk. Polda Banten terus berkoordinasi dengan BMKG dan PVMBG agar informasi yang diterima masyarakat tetap akurat dan terkini,” tutupnya.. (Atril)
(Bidhumas).


