SUMBER SUARA, Jakarta, 17 Desember 2025 — Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Wartawan Muda dan Madya Angkatan ke-65/2 yang diselenggarakan oleh Asistensi Media Nasional Indonesia (AsMEN) bekerja sama dengan LUKW FIKOM (B) Universitas Dr. Moestopo (Beragama) menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan daerah. Kegiatan ini diikuti jurnalis dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia sebagai bagian dari proses sertifikasi kompetensi wartawan sesuai standar Dewan Pers.
Salah satu peserta UKW Wartawan Muda, Adang Hamdan, membagikan pengalamannya mengikuti UKW untuk pertama kali. Adang merupakan jurnalis MediaSuara.id yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Ia mengikuti seluruh rangkaian uji kompetensi yang terdiri dari 11 mata uji yang dirancang untuk mengukur kemampuan jurnalistik secara menyeluruh.
Menurut Adang, UKW memiliki arti penting bagi wartawan karena berkaitan langsung dengan legalitas, profesionalisme, dan pengakuan kompetensi seorang jurnalis. Sertifikasi UKW, kata dia, menjadi tolok ukur apakah wartawan benar-benar memahami dan mampu menjalankan tugas jurnalistik secara etis, akurat, dan bertanggung jawab.
“UKW ini adalah tahap awal untuk membuktikan bahwa wartawan memiliki kualitas dan kompetensi. Sertifikasi ini sangat penting untuk menjawab tuntutan profesionalisme di dunia jurnalistik saat ini,” ujar Adang.
Dari seluruh mata uji yang dijalani, Adang menilai simulasi wawancara cegat (doorstop) menjadi materi paling menantang sekaligus menarik. Dalam simulasi tersebut, peserta dihadapkan pada situasi narasumber yang terburu-buru sehingga tidak semua pertanyaan dapat dijawab secara lengkap. Kondisi ini menuntut wartawan untuk tetap sigap, cermat, dan mampu menyusun informasi secara akurat.
“Simulasi wawancara cegat dibuat sangat realistis. Narasumber seolah tidak memiliki banyak waktu, sehingga kami harus cepat, tepat, dan tetap profesional dalam menggali informasi,” jelasnya.
Adang menilai seluruh materi UKW sangat relevan dengan tugas jurnalistik sehari-hari. Setiap mata uji benar-benar menguji kemampuan wartawan, mulai dari teknik wawancara, penulisan berita, hingga pemahaman terhadap etika dan hukum pers.
Meski mengaku masih terdapat satu nilai yang belum maksimal, Adang menyatakan cukup puas dengan hasil UKW yang diperolehnya. Menurutnya, hasil tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai jurnalis.
Selain materi ujian, Adang juga memberikan apresiasi tinggi kepada panitia penyelenggara UKW AsMEN. Ia menilai pelayanan, fasilitas, serta konsumsi yang disediakan sangat baik dan membuat peserta merasa nyaman selama mengikuti seluruh rangkaian ujian.
“Selain diuji secara intelektual, peserta juga sangat diperhatikan kebutuhannya. Pelaksanaan UKW ini sangat berkesan dan menurut saya termasuk yang terbaik,” pungkasnya.


