{"id":284,"date":"2025-07-29T02:52:48","date_gmt":"2025-07-29T02:52:48","guid":{"rendered":"https:\/\/sumbersuara.id\/?p=284"},"modified":"2025-07-29T02:52:48","modified_gmt":"2025-07-29T02:52:48","slug":"mendagri-semua-anak-bangsa-punya-peluang-sama-untuk-berprestasi-di-ipdn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/2025\/07\/29\/mendagri-semua-anak-bangsa-punya-peluang-sama-untuk-berprestasi-di-ipdn\/","title":{"rendered":"Mendagri Semua Anak Bangsa Punya Peluang Sama untuk Berprestasi di IPDN"},"content":{"rendered":"<p>SUMBER SUARA,Sumedang \u2013 Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa setiap anak bangsa, tanpa memandang latar belakang sosial, memiliki peluang yang sama untuk meraih prestasi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Hal tersebut disampaikannya saat melantik Pamong Praja Muda lulusan IPDN Angkatan XXXII Tahun 2025 di Lapangan Parade, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (28\/7\/2025).<\/p>\n<p>\u201cSaya bangga, karena mayoritas dari mereka yang masuk dan berprestasi di IPDN berasal dari kalangan rakyat biasa. Tadi saya sebutkan, dari 10 lulusan terbaik, peringkat pertama adalah anak tukang bakso,\u201d ujar Mendagri kepada awak media.<\/p>\n<p>Menurut Mendagri, fakta ini menunjukkan bahwa proses pendidikan di IPDN telah berjalan secara adil dan optimal, memberikan kesempatan yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berkembang. Ia berharap para lulusan dapat menjalankan tugas dengan profesionalisme, integritas, serta mampu meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan lanjutan, termasuk di luar negeri.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, menempuh studi di luar negeri memberi banyak keunggulan, di antaranya memperluas jaringan, menambah wawasan global, dan mengenal kultur yang baik. Nilai-nilai positif tersebut nantinya diharapkan dapat dibawa pulang dan diterapkan dalam sistem birokrasi di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKalau mereka pulang dan membawa kultur yang baik, lalu menularkannya ke ASN lain, itu akan menciptakan revolusi mental di lingkungan ASN,\u201d tegas Mendagri.<\/p>\n<p>Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Suwandi ulusan terbaik IPDN Angkatan XXXII Tahun 2025\u2014membagikan kisah perjuangannya. Pemuda asal Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, ini merupakan anak seorang penjual bakso yang berhasil menembus seleksi IPDN di tengah tantangan pandemi COVID-19.<\/p>\n<p>\u201cBanyak rintangan waktu itu, tapi saya tidak menyerah. Dengan doa dan dukungan orang tua, saya bisa lulus dan menjalani pendidikan di IPDN,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Suwandi menegaskan tekadnya untuk mengabdi dengan sungguh-sungguh sebagai aparatur sipil negara. Ia juga memberi semangat kepada generasi muda agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.<\/p>\n<p>\u201cHalangan bukan batasan untuk meraih kesuksesan. Terus semangat, jangan pernah putus asa,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Ia juga memohon doa restu agar dirinya dan rekan-rekan lulusan IPDN lainnya dapat menjalankan tugas-tugas ke depan dengan lancar dan penuh tanggung jawab.<\/p>\n<p>(Hendrik)<\/p>\n<p>Sumber Berita : Rilis<\/p>\n<p>Puspen Kemendagri<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SUMBER SUARA,Sumedang \u2013 Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa setiap anak bangsa, tanpa memandang latar belakang sosial, memiliki peluang yang sama untuk meraih prestasi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Hal tersebut disampaikannya saat melantik Pamong Praja Muda lulusan IPDN Angkatan XXXII Tahun 2025 di Lapangan Parade, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang,<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":287,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-284","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorized"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/284","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=284"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/284\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":288,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/284\/revisions\/288"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/287"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=284"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=284"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=284"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}