{"id":302,"date":"2025-07-31T00:35:19","date_gmt":"2025-07-31T00:35:19","guid":{"rendered":"https:\/\/sumbersuara.id\/?p=302"},"modified":"2025-07-31T00:35:19","modified_gmt":"2025-07-31T00:35:19","slug":"hangat-lucu-dan-menggugah-panggil-aku-ayah-siap-temani-penonton-mulai-7-agustus-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/2025\/07\/31\/hangat-lucu-dan-menggugah-panggil-aku-ayah-siap-temani-penonton-mulai-7-agustus-2025\/","title":{"rendered":"Hangat, Lucu, dan Menggugah: \u201cPanggil Aku Ayah\u201d Siap Temani Penonton Mulai 7 Agustus 2025"},"content":{"rendered":"<p><em>SUMBERSUARA, Jakarta<\/em> \u2013 Film drama komedi keluarga <em>\u201cPanggil Aku Ayah\u201d<\/em> sukses mengguncang emosi penonton dalam Gala Premiere yang digelar di Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa (30\/7). Ratusan tamu undangan, media, dan pecinta film keluarga larut dalam tawa dan air mata sepanjang penayangan perdana film ini.<\/p>\n<p>Diproduksi oleh Visinema Studios bersama CJ ENM asal Korea Selatan, <em>\u201cPanggil Aku Ayah\u201d<\/em> menyajikan kisah menyentuh tentang seorang anak kecil dan dua penagih utang yang secara tak terduga berubah menjadi sosok ayah baginya. Film ini menjadi debut sutradara Benni Setiawan dalam menggarap genre drama komedi keluarga, dan hasilnya langsung menuai pujian.<\/p>\n<p>Aktor Ringgo Agus Rahman dan Boris Bokir sukses mencuri perhatian lewat chemistry kocak sekaligus mengharukan. Penampilan mereka semakin hidup berkat akting natural Myesha Lin sebagai sang anak, serta Tissa Biani yang tampil hangat dan menyentuh. Bersama-sama, mereka menyuguhkan kisah yang penuh makna tentang cinta tanpa syarat, keluarga, dan kehangatan dari orang-orang yang tak terduga.<\/p>\n<p>Tak hanya kuat dalam cerita, kekuatan emosional film ini juga ditopang oleh aransemen baru lagu legendaris <em>\u201cTegar\u201d<\/em> yang dinyanyikan ulang dengan penuh penghayatan oleh Sita Nursanti dan Tissa Biani. Lagu ini mengalun menyatu dengan suasana film yang membahas kehilangan, ketegaran, dan kasih sayang.<\/p>\n<p><em>\u201cPanggil Aku Ayah\u201d<\/em> merupakan adaptasi dari film Korea <em>Pawn<\/em> (2020) yang telah menuai sukses di negara asalnya. Versi Indonesia ini mendapat sambutan luar biasa dalam sesi <em>press screening<\/em> dan <em>closed screening<\/em> sebelumnya. Banyak penonton memuji kekuatan cerita yang relevan dan menyentuh, dibalut dengan humor ringan yang menghibur.<\/p>\n<p>Produser Anggia Kharisma menyebut film ini sebagai ajakan untuk memaknai keluarga lebih dalam. \u201cFilm ini ingin menunjukkan bahwa keluarga bukan hanya tentang hubungan darah, tapi tentang ketulusan dan keikhlasan untuk saling mencintai,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menjelang penayangan serentak di seluruh bioskop pada 7 Agustus 2025, film ini juga menghadirkan program spesial <em>Nonton Duluan<\/em> yang akan berlangsung serentak di 25 kota pada 3 Agustus 2025. Tiket sudah tersedia dan dapat dipesan melalui jaringan bioskop atau tautan resmi di bit.ly\/nontonduluanpaa.<\/p>\n<p>Dengan kisah yang hangat, lucu, dan menggugah, <em>\u201cPanggil Aku Ayah\u201d<\/em> siap menjadi film keluarga yang menyentuh\u00a0 hati<\/p>\n<p>(Kus)<\/p>\n<p>Sumber berita :Rilis<\/p>\n<p>Reporter\u00a0 : Aris<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SUMBERSUARA, Jakarta \u2013 Film drama komedi keluarga \u201cPanggil Aku Ayah\u201d sukses mengguncang emosi penonton dalam Gala Premiere yang digelar di Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa (30\/7). Ratusan tamu undangan, media, dan pecinta film keluarga larut dalam tawa dan air mata sepanjang penayangan perdana film ini. Diproduksi oleh Visinema Studios bersama CJ ENM asal Korea Selatan, \u201cPanggil<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":305,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-302","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorized"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/302","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=302"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/302\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":306,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/302\/revisions\/306"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/305"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=302"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=302"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=302"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}