{"id":8800,"date":"2026-04-15T05:06:29","date_gmt":"2026-04-15T05:06:29","guid":{"rendered":"https:\/\/sumbersuara.id\/?p=8800"},"modified":"2026-04-15T05:06:29","modified_gmt":"2026-04-15T05:06:29","slug":"resmikan-gedung-soekarno-m-noor-di-uin-bukittinggi-wagub-rano-karno-ajak-generasi-muda-gigih-menggapai-masa-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/2026\/04\/15\/resmikan-gedung-soekarno-m-noor-di-uin-bukittinggi-wagub-rano-karno-ajak-generasi-muda-gigih-menggapai-masa-depan\/","title":{"rendered":"Resmikan Gedung Soekarno M. Noor di UIN Bukittinggi, Wagub Rano Karno Ajak Generasi Muda Gigih Menggapai Masa Depan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: 14px\">SUMBERSUARA,Bukittinggi \u2014 Wakil Gubernur Rano Karno menghadiri momen istimewa di Universitas Islam Negeri Sjech Muhammad Djamil Djambek, Bukittinggi, Rabu (15\/4\/2026), dengan meresmikan Gedung Soekarno M. Noor yang diabadikan untuk mengenang sosok ayahandanya.<\/span><\/p>\n<p>Kehadiran Rano Karno dalam agenda tersebut juga bertepatan dengan pelaksanaan Wisuda Angkatan XII kampus setempat. Suasana haru dan penuh kebanggaan terasa ketika ia menyampaikan apresiasi kepada pihak universitas atas penghormatan yang diberikan kepada keluarga besarnya.<\/p>\n<p>Menurut Rano, nama Soekarno M. Noor bukan hanya sekadar terpampang di sebuah bangunan, tetapi menjadi simbol keteladanan yang layak diwariskan kepada generasi muda. Ia mengenang sang ayah sebagai pribadi sederhana yang meninggalkan nilai kehidupan jauh lebih berarti dibanding kekayaan materi.<\/p>\n<p>\u201cAyah saya seorang seniman. Beliau tidak mewariskan harta berlimpah, tetapi memberikan contoh tentang kejujuran, tanggung jawab, dan dedikasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, peresmian gedung tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari jabatan atau pencapaian, melainkan dari nilai dan manfaat yang ditinggalkan untuk sesama.<\/p>\n<p>\u201cHidup bukan tentang seberapa tinggi kita berdiri, tetapi seberapa kuat akar nilai yang kita pegang. Saya hadir di sini bukan sekadar sebagai Wakil Gubernur, tetapi sebagai seorang anak yang dibesarkan dengan pelajaran tentang kerja keras dan ketulusan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Usai peresmian, Rano Karno menyempatkan diri meninjau auditorium kampus dan menyapa ratusan wisudawan serta wisudawati yang tengah merayakan kelulusan mereka.<\/p>\n<p>Kepada para lulusan, ia menitipkan pesan agar ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak berhenti sebagai gelar semata, tetapi harus menjadi cahaya yang memberi manfaat bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Ia juga mengajak generasi muda untuk berani menghadapi tantangan, tidak takut gagal, dan terus bangkit saat menemui hambatan dalam perjalanan hidup.<\/p>\n<p>\u201cTeruslah berkarya. Jika jatuh, bangkit kembali. Jika gagal, coba lagi. Bangsa ini membutuhkan generasi yang tekun, tangguh, dan punya semangat pantang menyerah,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Peresmian Gedung Soekarno M. Noor tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada tokoh yang telah memberi kontribusi di bidang seni, tetapi juga menjadi momentum inspiratif bagi para lulusan untuk menatap masa depan dengan optimisme.<\/p>\n<p>(Kus)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SUMBERSUARA,Bukittinggi \u2014 Wakil Gubernur Rano Karno menghadiri momen istimewa di Universitas Islam Negeri Sjech Muhammad Djamil Djambek, Bukittinggi, Rabu (15\/4\/2026), dengan meresmikan Gedung Soekarno M. Noor yang diabadikan untuk mengenang sosok ayahandanya. Kehadiran Rano Karno dalam agenda tersebut juga bertepatan dengan pelaksanaan Wisuda Angkatan XII kampus setempat. Suasana haru dan penuh kebanggaan terasa ketika ia<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8803,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-8800","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorized"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8800","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8800"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8800\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8804,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8800\/revisions\/8804"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8800"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8800"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sumbersuara.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8800"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}