SUMBERSUARA, Jakarta – Rumah yang megah, saldo yang melimpah, dan inventaris yang lengkap hanyalah benda mati. Mereka tidak bisa menjaga diri mereka sendiri, apalagi meneruskan visi yang kita perjuangkan.
Jika kita lebih sibuk menghitung jumlah aset daripada mencetak pemimpin baru, kita sedang membangun monumen kegagalan.
Aset tanpa kader berkualitas hanya akan menjadi “harta warisan” yang diperebutkan oleh orang-orang yang tidak mengerti nilai perjuangan, hingga akhirnya habis tak bersisa.
Ingatlah:
– Aset yang tak terkelola akan rusak.
– Kader yang tak terdidik akan merusak.
– Kehilangan gedung itu kerugian, tapi kehilangan generasi adalah kehancuran.
Fokuslah pada manusia. Karena di tangan kader yang tepat, nol rupiah bisa menjadi kejayaan. Namun di tangan generasi yang rapuh, aset sebesar gunung pun akan rata dengan tanah.***
_Lentera Qalbu_
_Baiti Jannati Center_
