Close Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

IHC RS Pelabuhan Jakarta Gelar Healthtalk & Pemeriksaan Kesehatan Gratis – Jangan Sampai Terlewat

IHC RS Pelabuhan Jakarta Gelar Healthtalk & Pemeriksaan Kesehatan Gratis – Jangan Sampai Terlewat

KPAI Kecam Bigmo Libatkan Anak di Bawah Umur Promosikan Liquid Vape, Minta Aparat Bertindak Tegas – Jangan Sampai Terlewat

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
sumbersuara.id
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
sumbersuara.id
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
You are at:Home»Terkini»Kepala BNN Ungkap Keberhasilan Ubah Mindset Petani Ganja Jadi Tanam Kopi – Jangan Sampai Terlewat
Terkini

Kepala BNN Ungkap Keberhasilan Ubah Mindset Petani Ganja Jadi Tanam Kopi – Jangan Sampai Terlewat

penulisBy penulis23 Juli 2026 1:16 PM002 Mins Read
Share Facebook Twitter
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) terus menggencarkan program Alternative Development atau pengalihan fungsi lahan tanaman terlarang menjadi tanaman produktif bernilai ekonomi tinggi. Salah satu keberhasilan yang disoroti adalah perubahan pola pikir (mindset) para petani ganja di wilayah rawan, khususnya di Aceh, untuk beralih menanam kopi.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa pendekatan penanganan narkotika dari sisi hilir atau pemusnahan saja tidak cukup. Diperlukan solusi komprehensif dari sisi hulu yang menyentuh akar permasalahan sosial dan ekonomi masyarakat lokal.

“Melalui program Alternative Development, kita tidak hanya memusnahkan ladang ganja, tetapi juga memberikan solusi berkelanjutan. Kita ubah mindset para petani agar mereka beralih ke komoditas yang legal, bernilai ekonomis, dan berkelanjutan, seperti kopi,” ujar Suyudi dalam acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Kamis (23/7/2026).

Suyudi menjelaskan, program ini dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan, bantuan bibit unggul, pendampingan teknik bercocok tanam, hingga fasilitasi akses pasar bagi produk hasil panen masyarakat.

Hasilnya, kawasan yang tadinya dikenal sebagai ladang ganja kini berangsur-angsur bertransformasi menjadi sentra komoditas pertanian unggulan yang tidak hanya legal, tetapi juga mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan ekonomi warga setempat.

“Ketika masyarakat memiliki mata pencaharian yang sah, layak, dan menjanjikan secara ekonomi, mereka dengan sendirinya akan meninggalkan aktivitas ilegal tersebut. Ini adalah bentuk nyata perlindungan negara sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah rawan,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePemprov DKI Transformasi TPST Bantargebang, Target Open Dumping Berakhir pada 2029
Next Article Transformasi Iqbaal Ramadhan, Kini Beraksi sebagai Copet di Layar Lebar
penulis

Related Posts

IHC RS Pelabuhan Jakarta Gelar Healthtalk & Pemeriksaan Kesehatan Gratis – Jangan Sampai Terlewat

11 Agustus 2026 11:56 PM

IHC RS Pelabuhan Jakarta Gelar Healthtalk & Pemeriksaan Kesehatan Gratis – Jangan Sampai Terlewat

11 Agustus 2026 11:12 PM

KPAI Kecam Bigmo Libatkan Anak di Bawah Umur Promosikan Liquid Vape, Minta Aparat Bertindak Tegas – Jangan Sampai Terlewat

9 Agustus 2026 2:12 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Al Husna Foundation Ajak Masyarakat Wujudkan Lingkungan Aman dan Penuh Kasih di Hari Anak Nasional 2026

23 Juli 2026 8:22 PM19 Views

Lahan Kumuh di Pisangan Timur Disulap Jadi Taman Kawasan Unggulan

22 Juli 2026 11:34 AM13 Views

Bangun Jakarta yang Tangguh, Pemprov DKI Gelar Jakarta Future Festival 2026

4 Juni 2026 9:03 AM12 Views
© 2026 sumbersuara. Designed by sumbersuara.
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.